Recent Posts

    Teruntukmu yang Terkasih II - Puisi


    Teruntukmu yang Terkasih
    Ketika legam malam menyekap tatap
    Bayangmu tetap hinggap dalam jutaan syaraf pemikir di otakku

    Selayak penampakan bebintang yang gemintang tertahta anggun di cakrawala
    Serupa intan berlian, berkilauan

    Rembulanku... Mengapa engkau tak bersanding dan melukiskan elok panorama langit malam ini?

    Aku rindu...
    Ini kesungguhan... Aku rindu rembulanku

    Saat orkestra berjuta suara satwa malam sentuh telingaku dengan merdu, mengapa engkau masih membisu?
    Tak layakkah aku dengar barang sepatah kata dari getaran bibir indahmu itu?

    Sementara terpaan angin basah kian ganas melibas ragaku yang tertengadah menatap langit, berhara rembulanku tersenyum diantara kemilau bebintang

    Rembulanku... Aku rindu...

    Kutunggu hadirmu dengan keanggunan lakuanmu, ayumu...

    Teruntukmu rembulanku, mengertilah...
    Aku menyimpan rindu dalam rasa yang beku

    Teruntukmu yang terkasih, ketahuilah...
    Aku ada dalam setiap duka dan tawamu...

    Klaten, 09 Mei 2011

    Source Sajakrerindu.blogspot.com

    0 Response to "Teruntukmu yang Terkasih II - Puisi"

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel