JUPITER AEROBATIC TEAM DUTA DI ANGKASA INDONESIA
Team Jupiter yang asli dibentuk kembali pada tahun 2008 menggunakan 4 buah Korean Aerospace KT 1 B Woong Bee dari Skuadron Pendidikan 102 di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta. Pertunjukkan pertama di depan masyarakat umum dilakukan pada tanggal 4 Juli 2008 di Yogyakarta dan yang kedua di Jakarta pada bulan November 2008.
Team aerobatic ini menggunakan nama “JUPITER” sebagai ‘call sign’ (panggilan) para instruktur terbang TNI AU. Semua anggota dari Jupiter Aerobatic Team (JAT) adalah instruktur terbang. Dengan menggunakan pesawat buatan Korea Selatan tahun 2003 itu yang dicat dengan warna abu-abu.
Setelah tahun 2008 Jupiter Aerobatic Team diluncurkan lagi ke bentuk aslinya, Jupiter Aerobatik Team TNI Angkatan Udara kembali diluncurkan. Sebanyak 8 pesawat latih KT-1B Woong Bee buatan Korea Selatan yang dicat dengan warna Merah-Putih, menjadi bagian tim ini. Enam pesawat melakukan 17 kali manuver dalam acara peluncuran tim ini, di Lapangan Udara Adisucipto Yogyakarta, Rabu 16 Maret 2011 petang.
“Warna Merah-Putih lambang keberanian dan kesucian Indonesia, kami ambil dari warna bendera kita, kami bangga, dari bangga dan berusaha membangkitkan Angkatan Udara,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Imam Sufaat.
Tim aerobatik ini diharapkan tak hanya tampil pada upacara hari Ulang Tahun TNI saja, tapi juga pada acara-acara lain di semua tingkatan. Para pilot yang menerbangkan pesawat latih aerobatik pun dipilih dari penerbang yang berprestasi dan jam terbang tinggi.
Tim aerobatik ini diharapkan tak hanya tampil pada upacara hari Ulang Tahun TNI saja, tapi juga pada acara-acara lain di semua tingkatan. Para pilot yang menerbangkan pesawat latih aerobatik pun dipilih dari penerbang yang berprestasi dan jam terbang tinggi.
Pesawat jenis ini adalah pesawat yang menggunakan propeler di depannya. Proses perubahan warna dari semula warna abu-abu menjadi warna merah-putih ini berlangsung sejak Februari 2011 lalu. Selain pengecatan, juga dilakukan pemasangan Smoke Trail. Usai menyaksikan manuver pesawat itu, Imam berkomentar, “wonderful."
Wakil Kepala Penerangan dan Perpustakaan TNI AU, Syaiful M, pada September 2010, Jupiter Aerobatik Team bekerjasama dengan Roulettes mengirim dua orang anggotanya untuk belajar bermanuver. “Tim sudah siap dengan pertunjukan aerobatik yang memukau,” kata dia.
Wakil Kepala Penerangan dan Perpustakaan TNI AU, Syaiful M, pada September 2010, Jupiter Aerobatik Team bekerjasama dengan Roulettes mengirim dua orang anggotanya untuk belajar bermanuver. “Tim sudah siap dengan pertunjukan aerobatik yang memukau,” kata dia.
Setelah pertunjukan pertama di depan masyarakat umum dilakukan pada tanggal 4 Juli 2008 di Yogyakarta dan yang kedua di Jakarta pada bulan November 2008 sejak itu, tim Jupiter berkali-kali menunjukkan kebolehan mengendalikan angin.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama petinggi TNI dan POLRI dengan seluruh pilot Jupiter Aerobatic Team
Pesawat KT 1 B Wong Bee di Shelter yang ada di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta
Jupiter Aerobatic Team ke Festival Bahari dan Budayadi Makassar
8 buah KT 1 B Wong Bee dan 1 buah C 130 Hercules di Lanud Rembiga Lombok
LD-0109 over Senggigi Beach - Lombok
Ferry flight Rembiga - Hasanuddin
Ground crew Skuadron 102 dan Skatek 043 yang terlibat.
Setelah pembukaan secara resmi Festival Bahari dan Budaya di Anjungan Pantai Losari oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, TNI AU menghibur warga Makassar dengan atraksi "Jupiter Aerobatics Team" (JAT).
"Atraksi Jupiter Aerobatics Team ini sengaja kami tampilkan untuk memeriahkan festival bahari dan budaya yang terselenggara di Anjungan Pantai Losari Makassar," ujar Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulawesi Selatan Marsekal Pertama Bahrim di Makassar, Minggu.
Enam pesawat latih KT-1B Wong Bee yang dikemudikan perwira-perwira penerbang Angkatan Udara itu memukau pengunjung dengan sejumlah atraksi dan formasi yang diperagakannya.
Para pilot pesawat latih KT-1B Wong Bee itu piawai membentuk sejumlah manuver yang membutuhkan kemampuan teknis tingkat tinggi. Misalnya, manuver heart (hati), jupiter roll, mata panah, cermin, dan daun semanggi.
Atraksi yang benar-benar membuat penonton menahan napas adalah manuver cermin. Jupiter lima dan enam tiba-tiba muncul dari kanan panggung dengan posisi cermin alias terbang beriringan.
Ira, salah seorang pengunjung yang sejak pagi berada di Anjungan Pantai Losari Makassar sengaja meluangkan waktunya untuk melihat atraksi-atraksi dari para pilot pesawat tempur Indonesia itu.
"Saya sangat takjub melihat atraksi-atraksi yang dipertontonkan oleh pilot-pilot Angkatan Udara ini karena atraksi yang seperti ini sangat jarang kita lihat langsung bahkan saya pun baru melihatnya langsung di langit Makassar ini," takjubnya.
Setelah itu empat pesawat yang awalnya membentuk wajik melintas kembali di depan podium. Namun, kali ini Jupiter empat terbang melingkari tiga pesawat lain, bagaikan sekrup yang berputar. Inilah manuver screw roll.
"Atraksi Jupiter Aerobatics Team ini sengaja kami tampilkan untuk memeriahkan festival bahari dan budaya yang terselenggara di Anjungan Pantai Losari Makassar," ujar Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulawesi Selatan Marsekal Pertama Bahrim di Makassar, Minggu.
Enam pesawat latih KT-1B Wong Bee yang dikemudikan perwira-perwira penerbang Angkatan Udara itu memukau pengunjung dengan sejumlah atraksi dan formasi yang diperagakannya.
Para pilot pesawat latih KT-1B Wong Bee itu piawai membentuk sejumlah manuver yang membutuhkan kemampuan teknis tingkat tinggi. Misalnya, manuver heart (hati), jupiter roll, mata panah, cermin, dan daun semanggi.
Atraksi yang benar-benar membuat penonton menahan napas adalah manuver cermin. Jupiter lima dan enam tiba-tiba muncul dari kanan panggung dengan posisi cermin alias terbang beriringan.
Ira, salah seorang pengunjung yang sejak pagi berada di Anjungan Pantai Losari Makassar sengaja meluangkan waktunya untuk melihat atraksi-atraksi dari para pilot pesawat tempur Indonesia itu.
"Saya sangat takjub melihat atraksi-atraksi yang dipertontonkan oleh pilot-pilot Angkatan Udara ini karena atraksi yang seperti ini sangat jarang kita lihat langsung bahkan saya pun baru melihatnya langsung di langit Makassar ini," takjubnya.
Setelah itu empat pesawat yang awalnya membentuk wajik melintas kembali di depan podium. Namun, kali ini Jupiter empat terbang melingkari tiga pesawat lain, bagaikan sekrup yang berputar. Inilah manuver screw roll.
Enam pesawat latih KT-1B Wong Bee yang dikemudikan perwira-perwira penerbang Angkatan Udara itu memukau pengunjung Festival Bahari dan Budaya yang terselenggara di Anjungan Pantai Losari Makassardengan sejumlah atraksi dan formasi yang diperagakannya.
Pertunjukkan udara Jupiter Aerobatic Team pada pembukaan Asian Fair tahun 2011 di Bali.
Pertunjukkan udara di Centennial of RTAF Founding Father Aviation atau 100 tahun penerbangan Thailand (2012).
Perjalanan menuju Thailand merupakan sejarah baru bagi Jupiter Aerobatic Team karena ini merupakan perjalanan terjauh yang ditempuh pesawat KT-1B Wong Bee. Rute terjauh sebelumnya adalah ke Medan saat siswa Sekolah Instruktur Penerbang bernavigasi ke sana. Kali ini adalah misi internasional pertama bagi tim, sebuah misi kenegaraan yang bukan saja mempertaruhkan nama baik tim ini ataupun TNI AU, namun juga bangsa dan negara.
Perjalanan bersejarah ini diawaki oleh 13 Instruktur Penerbang (IP) Wingdik Terbang Lanud Adi Sutjipto dengan pimpinan rombongan Komandan Wingdik Terbang Kolonel Pnb M Khairil Lubis, Kolonel Pnb Wahyudi Sumarwoto (Advisor), Letkol Pnb Dedy Susanto (Leader), Mayor Pnb Frando Marpaung (Right Wingman), Kapten Pnb Adi Brata (Left Wingman), Mayor Pnb HS Romas (Slot), Mayor Pnb HM Kisha (Lead Synchro), Mayor Pnb Marcellinus AKD (Synchro), Kolonel Pnb Anang Nurhadi S (Supervisor), Kpt Pnb Agus Dwi A (Narator), Kapten Pnb Dharma Gultom (Leader Backseater), Kapten Pnb Ngurah Sorga (Stand By Right), Mayor Noto Casnoto (Safety Officer) serta Mayor Pnb Urip Widodo (VCP).
Tanggal 24 Juni 2012 pagi, tujuh Wong Bee angkat kaki dari Lanud Adi Sutjipto menuju Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dan selanjutnya menuju Lanud Palembang.
Jupiter Aerobatic Team over Jembatan Ampera Palembang Sumatera Selatan
Sesuai standard operating procedure, maksimal jam terbang sehari bagi IP Wingdik Terbang adalah tiga sorti atau empat jam terbang. Sehingga penerbangan dibagi menjadi beberapa hari perjalanan. Hari kedua dilanjutkan menuju Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru dan Lanud Suwondo Medan. Dua hari perjalanan di dalam negeri berjalan dengan lancar dan aman.
Team Aerobatic TNI AU kebanggaan masyarakat Indonesia “The Jupiter Aerobatic Team” (JAT), Senin, (2/7) berangkat meninggalkan Lanud Soewondo Medan, setelah ikut memeriahkan pesta kedirgantaraan dalam rangka “100 Years Thailand Aviation” di Bandara Don Muang Bangkok pada tanggal 29-30 Juni 2012.
Rombongan JAT yang berjumlah 65 orang tersebut berada di bawah Mission Commander (pimpinan) Komandan Wingdik Terbang Kolonel Pnb M. Khairil Lubis. Untuk Tim Aerobatik Jupiter sendiri terdiri dari 12 Instruktur Penerbang TNI AU dari Lanud Adisutjipto di bawah pimpinan Flight Leader Letkol Pnb. Dedy Susanto. Tim didampingi Team Supervisor Kolonel Pnb. Anang Nurhadi. Tim Jupiter juga disertai oleh para teknisi pesawat KT-1B dari Skadik 102 dan Skatek 043 Lanud Adisutjipto.
Keberangkatan Jupiter Aerobatik Team dari Lanud Soewondo diantar oleh Panglima Kosek Hanudnas III, Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, SE, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb A. Rasyid Jauhari, dan para Asisten Kosek Hanudnas III. Rombongan Team Aerobatik dengan warna pesawat merah dan putih tersebut terdiri dari tujuh pesawat jenis KT-1B Wong Bee dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto dan didukung dua buah pesawat C-130 Hercules TNI AU untuk mengangkut personil dan peralatan pendukung. Rombongan tersebut menempuh beberapa persinggahan dengan rute Lanud Soewondo-Lanud Rusmin Nuryadin-Lanud Palembang-Lanud Tanjung Pinang. Tim Aerobatik Jupiter direncanakan akan menampilkan atraksi aerobaticnya kembali diatas langit kota Tanjung Pinang, apabila saat cuaca baik.
Adapun Tujuan kehadiran Tim Aerobatik TNI AU Jupiter dalam perayaan 100 Tahun Aviation Thailand adalah menjalin hubungan persahabatan antara kedua Negara dan khususnya kedua Angkatan Udara, yang dalam hal ini diwakili oleh penampilan Tim Aerobatik TNI AU. Tujuan lainnya adalah untuk memperkenalkan kepada dunia tentang kemampuan Tim Aerobatik TNI AU untuk tampil di pentas internasional, sekaligus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia juga memiliki putra-putra bangsa yang tidak kalah bersaing dalam kancah kedirgantaraan dunia.
Team Aerobatic TNI AU kebanggaan masyarakat Indonesia “The Jupiter Aerobatic Team” (JAT), Senin, (2/7) berangkat meninggalkan Lanud Soewondo Medan, setelah ikut memeriahkan pesta kedirgantaraan dalam rangka “100 Years Thailand Aviation” di Bandara Don Muang Bangkok pada tanggal 29-30 Juni 2012.
Rombongan JAT yang berjumlah 65 orang tersebut berada di bawah Mission Commander (pimpinan) Komandan Wingdik Terbang Kolonel Pnb M. Khairil Lubis. Untuk Tim Aerobatik Jupiter sendiri terdiri dari 12 Instruktur Penerbang TNI AU dari Lanud Adisutjipto di bawah pimpinan Flight Leader Letkol Pnb. Dedy Susanto. Tim didampingi Team Supervisor Kolonel Pnb. Anang Nurhadi. Tim Jupiter juga disertai oleh para teknisi pesawat KT-1B dari Skadik 102 dan Skatek 043 Lanud Adisutjipto.
Keberangkatan Jupiter Aerobatik Team dari Lanud Soewondo diantar oleh Panglima Kosek Hanudnas III, Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, SE, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb A. Rasyid Jauhari, dan para Asisten Kosek Hanudnas III. Rombongan Team Aerobatik dengan warna pesawat merah dan putih tersebut terdiri dari tujuh pesawat jenis KT-1B Wong Bee dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto dan didukung dua buah pesawat C-130 Hercules TNI AU untuk mengangkut personil dan peralatan pendukung. Rombongan tersebut menempuh beberapa persinggahan dengan rute Lanud Soewondo-Lanud Rusmin Nuryadin-Lanud Palembang-Lanud Tanjung Pinang. Tim Aerobatik Jupiter direncanakan akan menampilkan atraksi aerobaticnya kembali diatas langit kota Tanjung Pinang, apabila saat cuaca baik.
Adapun Tujuan kehadiran Tim Aerobatik TNI AU Jupiter dalam perayaan 100 Tahun Aviation Thailand adalah menjalin hubungan persahabatan antara kedua Negara dan khususnya kedua Angkatan Udara, yang dalam hal ini diwakili oleh penampilan Tim Aerobatik TNI AU. Tujuan lainnya adalah untuk memperkenalkan kepada dunia tentang kemampuan Tim Aerobatik TNI AU untuk tampil di pentas internasional, sekaligus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia juga memiliki putra-putra bangsa yang tidak kalah bersaing dalam kancah kedirgantaraan dunia.
Perjalanan hari ketiga merupakan perjalanan paling bersejarah bagi The Jupiters. Pasalnya pada leg inilah pertama kalinya KT-1B TNI AU melintasi batas negara tetangga Malaysia dan Thailand. Ada sedikit perasaan nervous dan excited saat Jupiter melaksanakan penerbangan pada leg ini. Selain karena perjalannya yang cukup jauh, hampir semua pilot Jupiter belum pernah terbang ke Thailand, sehingga penerbangan ini butuh persiapan matang.
Dalam melaksanakan misi penerbangan luar negeri ada beberapa ketentuan yang harus ditepati untuk dapat melaksanakan penerbangan lintas damai melalui wilayah udara negara lain. Selain syarat umum seperti flight plan yang berisi rute, jenis pesawat, pilot in command pada tiap pesawat, endurance, alternate base dan lain sebagainya, ada syarat khusus bagi pesawat militer yakni Flight Clearance atau izin melintas dari otoritas negara yang akan dilewati atau disinggahi.
Flight Clearance berupa kode angka dan huruf yang berisi informasi jenis dan jumlah pesawat yang melintas, rute, pilot in command, tail number tiap pesawat serta maksud dan tujuan melintas. Perjalanan pada leg internasional ini berlangsung dengan sangat lancar, tidak seperti yang dibayangkan. Proses rumit perizinan yang memakan waktu berhari-hari ternyata tidak serumit pelaksanaannya. Setelah melintas di atas Pulau Langkawi, Flight KT-1B yang terbagi menjadi Jupiter dan Garuda Flight diarahkan langsung menuju Alor Star untuk selanjutnya menuju Hatyai, bandara internasional Thailand di bagian selatan Thailand. Cuaca cerah sepanjang perjalanan menuju Hatyai sangat membantu penerbangan.
Jupiter Aerobatic Team over Samui Island Thailand
Sebelum menuju Don Muang, Bangkok, lepas landas dari Lanud Hatyai, The Jupiters harus mampir ke Prachuab, sebuah pangkalan militer milik AU Thailand. “Prachuab tower, Jupiter Flight request landing via overhead and joint left downwind runway 26,“ Leader Jupiter memanggil Prachuab Tower. “Negative Jupiter, we are only have right downwind for approach,” jawab tower. Loh kok bisa? Hampir di semua pangkalan udara, right atau left down wind dapat digunakan kecuali dengan alasan tertentu. Tetapi tidak masalah. Sebagai tamu harus menghormati tuan rumah. Kemanapun diarahkan, Jupiter siap melaksanakan.
Amazing… Pertanyaan yang menggantung saat approach terjawab jelang overhead runway. Sesaat pilot Jupiter tercengang, baru kali ini mereka menemukan runway seperti ini. Pantas saja mereka tidak boleh left down wind. Di posisi left base runway 26 ada sebuah bukit yang tinggi dan terjal sehingga sangat tidak memungkinkan untuk mendarat dari arah ini. Approach melalui right base juga tidaklah mudah, kalau tidak alert dan hati-hati bisa celaka!
Di base ada bukit kecil dan tepat di final ada pulau yang merupakan sebuah bukit yang betul-betul menjadi obstacle bagi pesawat yang akan mendarat. Saat landing pilot harus terbang di celah kedua bukit atau overhead di atas bukit dengan risiko melaksanakan high approach setelah melewati bukit. Menurut penerbang Thailand yang bertugas di pangkalan ini, landasan Prachuab memang khusus digunakan untuk visual approach, instrument approach tidak diperbolehkan karena kondisi ini.
Sesaat setelah landing, ada hal lain yang mencengangkan, jarak antara pinggir landasan dengan pepohonan di kiri dan kanan sangat dekat, biasanya di samping landasan ada grass trip, namun di pangkalan ini berbeda. Sekitar kurang lebih 20 meter di sisi kiri dan kanan landasan terdapat pepohonan perdu dan bunga yang sangat indah. Landing roll menuju ujung runway 08 bak masuk ke dalam sebuah taman yang indah dan sejuk. Sampai di tengah landasan, untuk kesekian kalinya Jupiter dibuat ternganga, ternyata ada jalan umum yang melintas di tengah runway. Ada portal menghalangi kendaraan yang lewat di sisi kiri dan kanan landasan seperti halnya pintu perlintasan kereta api. Hmmm… sebuah pangkalan yang aneh.
Setelah beristirahat sejenak di Prachuab, The Jupiters kembali melanjutkan perjalanan leg terakhir menuju Don Muang. Ini adalah leg terpendek. Perjalanan menuju Lanud Don Muang memakan waktu kurang lebih satu jam. Dahulu, pangkalan ini merupakan satu-satunya bandara internasional di Bangkok. Namun setelah beberapa kali banjir besar melanda kota Bangkok yang juga merendam pangkalan ini, Pemerintah memutuskan membangun bandara internasional baru di Bangkok yang lebih representatif yakni Bandara Internasional Swarna Bhumi.
Sesampainya di Bangkok, The Jupiters disambut oleh pejabat perwakilan dari AU Thailand dan Dubes RI untuk Thailand Bapak Lutfi Rauf serta Atase Udara Kolonel Pnb Joko Takarianto. Ke-13 pilot Jupiter disamput kalungan bunga khas Thailand. Pada kesempatan tersebut Dubes RI menyampaikan ucapan selamat datang di Thailand dan menjelaskan secara singkat bahwa tugas yang diemban Jupiters bukan semata-mata tugas satuan dan TNI AU melainkan tugas negara sebagai duta bangsa. Beliau menyampaikan bahwa Jupiter merupakan salah satu bagian dari sejarah penerbangan Thailand. “Guys, we are part of Thailand aviation history".
Sawadikraaaft…! Kata salam dalam bahasa Thailand itu menjadi akrab di telinga The Jupiters. Setiap bertemu seseorang, pasti mengucapkannya. Itulah salah satu kenangan The Jupiters, tim aerobatik kebanggaan Bangsa Indonesia, yang beberapa waktu lalu diundang Angkatan Udara Thailand dalam rangka memperingati Centennial of the RTAF Founding Fathers Aviation atau 100 Tahun Penerbangan Thailand.
(Mayor Pnb Syarif Romas, Penerbang Jupiter Aerobatic Team).
Setelah melakukan pertunjukkan udara di Thailand selanjutnya Jupiter Aeroatic Team melakukan pertunjukkan udara di Babel Air Show (2012). “Dan Indo Defence tahun 2012 di Jakarta.
Taken by a fan.."going to engage in mirror"
Jupiter Aerobatic Team dan Breitling Jet Team -- Yogyakarta 26 Februari 2013
Breitling Jet Team baru saja sampai Lanud Adi Sucipto
Latihan bareng antara Jupiter Aerobatic Team dengan Breitling Jet Team
Latihan menuju Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2013
Jupiter Aerobatic Team (JAT) latihan serius hadapi Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013. Kamis ini merupakan latihan terakhir sebelum Besok akan menuju negeri Jiran Malaysia. Latihan yang di mulai dengan breifing penerbang pukul 9. 00 Wib dan dilanjutkan dengan Take off pesawat KT 01 Wong Bee, dan menyelesaikan 10 gerakan diakhiri pukul 10.15 Wib.
“Sebelum berangkat ke Langkawi rencana Tim JAT akan dilepas Komandan Lanud Adisutjipto, Tim JAT juga akan singgah ke Jakarta dan akan dilepas oleh Menteri Pertahanan, “ jelas Letkol Pnb Dedy Susanto, SE. Kita akan membawa 48 crew termasuk Pilot, teknisi dan para pendukung lainnya, tambah Letkol dedy
Di bawah Flight Leader Letkol Pnb Dedy “Leopard” Susanto, SE, bersama Tim Jupiter aerobatik latihan serius di lanud Adi Sutjipto disaksikan Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar, SE. Tim Jupiter yang masing-masing diawaki oleh May Pnb Frando Marpaung, May Pnb HS. Romas, May. Pnb Marcelinus, May Pnb HM Kisha, Kapt Pnb IB Adi Brata, guna menhadapi Langkawi Airshow, Tim JAT telah berlatih selama 27 sorte dan mencapai 40 jam selama bulan Januari hingga Maret 2013 hari ini.
Tim Aerobatik Jupiter melakukan atraksi manuver salah satunya : Jupiter Roll, Loop, XClover Leap, Mirror, Tango to dan Jupiter Roll back. Hi “G” TurnRoll Slide dan Break Off, Jupiter Wheel, dan Bomb Brust.
Letkol Pnb Dedy “leopard” Susanto, SE. Menjelaskan bahwa “Team aerobatik ini telah berkali kali membawa nama Indonesi. Jupiter Aerobatik Team(JAT) sedang meninggalkan Selter KT 01 Wong Bee, Kamis (21/3) Lanud Adisutjipto.
Tim Aerobatik Jupiter (TNI Angkatan Udara hari ini, Selasa, 26 Maret 2016 mulai beraksi dalam perhelatan Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2013. Inilah penampilan pertama tim aerobatik Indonesia di Malaysia atau yang kedua di luar negeri, setelah tahun lalu tampil di Thailand. Tim Jupiter akan adu piawai di langit Langkawi dengan tim aerobatik dari Prancis, Amerika Serikat, Rusia, dan tim tuan rumah, Keris Sakti.
Kami siap memukau publik internasional yang hadir di Langkawi, ujar team leader Jupiter, Kolonel Penerbang Dedy Susanto ketika ditemui di Bandar Udara Internasional Langkawi kemarin. "Dalam gladi bersih tadi semuanya berjalan baik. Kami harapkan demikian pula saat tampil di pembukaan nanti. Mohon doanya.”
Rencananya, Tim Jupiter akan tampil antara pukul 10.00-12.00 hari ini. Penampilan Tim Jupiter akan disaksikan Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, dan para undangan dari negara sahabat.
Tim Jupiter akan terbang sehari sekali hingga tanggal 28. "Pada tanggal 29-30 Maret menjadi dua kali sehari karena hari itu LIMA 2013 terbuka untuk masyarakat luas," ujar Dedy.
Menurut Dedy, enam KT-1B Wong Bee TNI Angkatan Udara akan melakukan 18 manuver andalan. Waktu yang dibutuhkan sekitar 20 menit. "Pesawat dalam keadaan prima, ruang udara mendukung, dan semoga cuaca juga cerah," ujarnya.
Tim Jupiter memboyong 13 pilot dan 35 kru ke LIMA 2013. Para penunggang angin dari Skuadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto itu terbang ke Langkawi dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pada Jumat lalu, "Profesionalisme pilot tempur tidak ditunjukkan dalam berperang saja, tapi saat damai perlu ditampilkan dalam akrobatik udara," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat melepas tim Jupiter di Halim.
"Nanti orang luar bisa ukur kemampuan Indonesia. Itu pesan yang ingin saya sampaikan, bahwa kita tidak kalah kualitas," Purnomo menambahkan.
Bagi tim Jupiter, ini menjadi muhibah kedua ke luar negeri. "Yang pertama ke Thailand 2012 untuk memperingati 100 Tahun Penerbangan Thailand," ujar Dedy.
Menurut Dedy, rute Jakarta-Langkawi ditempuh selama dua hari. Hari pertama dari Halim ke Pekanbaru. Hari kedua dari Pekanbaru singgah sebentar di Medan lalu langsung ke Langkawi. Kami cuma mengalami sedikit gangguan cuaca di Pekanbaru, kata dia.
Kami siap memukau publik internasional yang hadir di Langkawi, ujar team leader Jupiter, Kolonel Penerbang Dedy Susanto ketika ditemui di Bandar Udara Internasional Langkawi kemarin. "Dalam gladi bersih tadi semuanya berjalan baik. Kami harapkan demikian pula saat tampil di pembukaan nanti. Mohon doanya.”
Rencananya, Tim Jupiter akan tampil antara pukul 10.00-12.00 hari ini. Penampilan Tim Jupiter akan disaksikan Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, dan para undangan dari negara sahabat.
Tim Jupiter akan terbang sehari sekali hingga tanggal 28. "Pada tanggal 29-30 Maret menjadi dua kali sehari karena hari itu LIMA 2013 terbuka untuk masyarakat luas," ujar Dedy.
Menurut Dedy, enam KT-1B Wong Bee TNI Angkatan Udara akan melakukan 18 manuver andalan. Waktu yang dibutuhkan sekitar 20 menit. "Pesawat dalam keadaan prima, ruang udara mendukung, dan semoga cuaca juga cerah," ujarnya.
Tim Jupiter memboyong 13 pilot dan 35 kru ke LIMA 2013. Para penunggang angin dari Skuadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto itu terbang ke Langkawi dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, pada Jumat lalu, "Profesionalisme pilot tempur tidak ditunjukkan dalam berperang saja, tapi saat damai perlu ditampilkan dalam akrobatik udara," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat melepas tim Jupiter di Halim.
"Nanti orang luar bisa ukur kemampuan Indonesia. Itu pesan yang ingin saya sampaikan, bahwa kita tidak kalah kualitas," Purnomo menambahkan.
Bagi tim Jupiter, ini menjadi muhibah kedua ke luar negeri. "Yang pertama ke Thailand 2012 untuk memperingati 100 Tahun Penerbangan Thailand," ujar Dedy.
Menurut Dedy, rute Jakarta-Langkawi ditempuh selama dua hari. Hari pertama dari Halim ke Pekanbaru. Hari kedua dari Pekanbaru singgah sebentar di Medan lalu langsung ke Langkawi. Kami cuma mengalami sedikit gangguan cuaca di Pekanbaru, kata dia.
Langit di atas Pulau Langkawi bersahabat untuk tim aerobatik Jupiter. Awan berada di horison, matahari bersinar cerah hari ini, Selasa, 26 Maret 2013.
Bila langit tetap cerah, Tim Jupiter akan mengeluarkan seluruh manuver di hari pertama Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013 ini. "Semuanya ada 18 manuver," ujar Letkol Dedy Santoso, team leaderTim Jupiter. "Durasinya 20 menit."
Bila cuaca kurang ramah, Tim Jupiter maksimal hanya akan tampil 16 manuver.
Menurut Ali, sopir di Langkawi Limousine Service, Langkawi sedang musim kemarau. "Hujan jarang terjadi, kalau pun turun sebentar-sebentar," kata Ali, yang mengaku telah bekerja di Langkawi selama lima tahun.
Hari ini LIMA 2013 akan dibuka. Acara dua tahunan ini digelar mulai hari hingga 30 Maret.
Bila langit tetap cerah, Tim Jupiter akan mengeluarkan seluruh manuver di hari pertama Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013 ini. "Semuanya ada 18 manuver," ujar Letkol Dedy Santoso, team leaderTim Jupiter. "Durasinya 20 menit."
Bila cuaca kurang ramah, Tim Jupiter maksimal hanya akan tampil 16 manuver.
Menurut Ali, sopir di Langkawi Limousine Service, Langkawi sedang musim kemarau. "Hujan jarang terjadi, kalau pun turun sebentar-sebentar," kata Ali, yang mengaku telah bekerja di Langkawi selama lima tahun.
Hari ini LIMA 2013 akan dibuka. Acara dua tahunan ini digelar mulai hari hingga 30 Maret.
Gampang mengenali pesawat yang digunakan Tim Jupiter di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2013. Meski KT-1B Wong Bee berbadan mungil, penampilannya tampak gahar berkat warna merah-putih yang menyelimuti seluruh pesawat.
Saat terbang, pesawat-pesawat itu bak anak panah yang menyambar-nyambar. Pola tersebut digagas mantan anggota tim Jupiter almarhum Marsekal Muda TNI (Purnawirawan) Djoko Purwoko.
Menurut team leader Jupiter, Kolonel Penerbang Dedy Susanto, Wong Bee nyaman diajak akrobat. Pesawat ini gesit dan bertenaga untuk melakukan berbagai manuver sulit. “Inilah pesawat yang kami miliki dan layak untuk dipakai akrobat,” ujarnya soal pemilihan pesawat tersebut.
Namun, bukan cuma itu alasan Indonesia membeli pesawat Korea Selatan ini. Wong Bee yang dibeli Indonesia adalah versi modifikasi. Bernama KT-1B, pesawat ini telah dimodifikasi sehingga memungkinkan pilot untuk mempersiapkan ketrampilan menerbangkan pesawat tempur jet supersonik. Selain itu, pesawat ini juga bisa menjadi pesawat tempur ringan jika dilengkapi persenjataan yang sesuai.
Indonesia kini memiliki belasan Wong Bee. Satu di antaranya jatuh di Bali pada Juni 2010. Indonesia mulai membeli Wong Bee berikut suku cadangnya pada April 2003 senilai US$ 60 juta. Indonesia kembali membeli lima pesawat ini pada Mei 2005.
Saat terbang, pesawat-pesawat itu bak anak panah yang menyambar-nyambar. Pola tersebut digagas mantan anggota tim Jupiter almarhum Marsekal Muda TNI (Purnawirawan) Djoko Purwoko.
Menurut team leader Jupiter, Kolonel Penerbang Dedy Susanto, Wong Bee nyaman diajak akrobat. Pesawat ini gesit dan bertenaga untuk melakukan berbagai manuver sulit. “Inilah pesawat yang kami miliki dan layak untuk dipakai akrobat,” ujarnya soal pemilihan pesawat tersebut.
Namun, bukan cuma itu alasan Indonesia membeli pesawat Korea Selatan ini. Wong Bee yang dibeli Indonesia adalah versi modifikasi. Bernama KT-1B, pesawat ini telah dimodifikasi sehingga memungkinkan pilot untuk mempersiapkan ketrampilan menerbangkan pesawat tempur jet supersonik. Selain itu, pesawat ini juga bisa menjadi pesawat tempur ringan jika dilengkapi persenjataan yang sesuai.
Indonesia kini memiliki belasan Wong Bee. Satu di antaranya jatuh di Bali pada Juni 2010. Indonesia mulai membeli Wong Bee berikut suku cadangnya pada April 2003 senilai US$ 60 juta. Indonesia kembali membeli lima pesawat ini pada Mei 2005.
Ada kesibukan yang tidak biasa di Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta, sejak Februari lalu. Pesawat KT-01 Wong Bee bercat merah-putih milik Jupiter Aerobatic Team (JAT) lebih sering lepas landas. "Selama sebulan kami berlatih intensif, setiap hari, untuk mempersiapkan atraksi di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2013,” ujar team leader Jupiter, Kolonel Penerbang Dedy Susanto, ketika ditemui di Bandar Udara Internasional Langkawi kemarin.
"Biasanya paling kami berlatih satu atau dua kali sepekan karena kami harus mengajar," kata Dedy lagi.
Penerbang Jupiter memang para instruktur penerbang di skuadron pendidikan yang bermarkas di Lanud Adisutjipto itu. Karena itu pula, tim ini bernama Jupiter yang merupakan call sign (panggilan) para instruktur terbang TNI AU.
Formasi lengkap Tim Aerobatik Jupiter adalah enam Wong Bee yang dicat meniru pola panah dalam balutan merah-putih. Rancangan warna itu dibuat almarhum Marsekal Muda TNI (Purnawirawan) Djoko Purwoko, yang juga pernah menjadi anggota tim aerobatik TNI AU.
Kesibukan di Adisutjipto memuncak pada Kamis, 21 Maret 2013. Ini menjadi hari latihan terakhir sebelum menuju Malaysia. Latihan dimulai dengan briefingpukul 09.00 WIB. Hari itu KT 01 Wong Bee melatih sepuluh manuver utama. Latihan kelar pukul 10.15 WIB. Total jenderal, tim JAT telah berlatih selama 27 sorte dan mencapai 40 jam dari Januari hingga Maret 2013, semipersiapan ke Langkawi.
Keesokan harinya, Tim Jupiter terbang ke Halim Perdana Kusuma, Jakarta, untuk selanjutnya dilepas oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menuju Langkawi, Malaysia. Di Langkawi, Tim Jupiter akan unjuk kebolehan mulai hari ini hingga 30 Maret.
"Biasanya paling kami berlatih satu atau dua kali sepekan karena kami harus mengajar," kata Dedy lagi.
Penerbang Jupiter memang para instruktur penerbang di skuadron pendidikan yang bermarkas di Lanud Adisutjipto itu. Karena itu pula, tim ini bernama Jupiter yang merupakan call sign (panggilan) para instruktur terbang TNI AU.
Formasi lengkap Tim Aerobatik Jupiter adalah enam Wong Bee yang dicat meniru pola panah dalam balutan merah-putih. Rancangan warna itu dibuat almarhum Marsekal Muda TNI (Purnawirawan) Djoko Purwoko, yang juga pernah menjadi anggota tim aerobatik TNI AU.
Kesibukan di Adisutjipto memuncak pada Kamis, 21 Maret 2013. Ini menjadi hari latihan terakhir sebelum menuju Malaysia. Latihan dimulai dengan briefingpukul 09.00 WIB. Hari itu KT 01 Wong Bee melatih sepuluh manuver utama. Latihan kelar pukul 10.15 WIB. Total jenderal, tim JAT telah berlatih selama 27 sorte dan mencapai 40 jam dari Januari hingga Maret 2013, semipersiapan ke Langkawi.
Keesokan harinya, Tim Jupiter terbang ke Halim Perdana Kusuma, Jakarta, untuk selanjutnya dilepas oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia menuju Langkawi, Malaysia. Di Langkawi, Tim Jupiter akan unjuk kebolehan mulai hari ini hingga 30 Maret.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro Melepas Tim Aerobatic Jupiter ke Malaysia, untuk mengikuti The Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013, yang akan digelar pada tanggal 26-30 Maret mendatang.
Pada kesempatan tersebut Menhan, Purnomo Yusgiantoro hadir untuk memberikan support, sekaligus mendorong para penerbang atau pilot – pilot tempur TNI Angkatan Udara, untuk dapat tampil secara profesional dalam kancah internasional, guna menunjukan profesionalisme dan kualitasnya yang menurutnya memang tidak kalah dengan penerbang – penerbang tempur dari negara lain.
“…Saya mendorong kepada para pilot kita, untuk bisa tampil di kancah internasional guna menunjukan bahwa pilot – pilot tempur Indonesia juga mempunyai kualitas yang tinggi sekali…” ungkap Menhan saat memberikan keterangan pers sebelum melepas keberangkatan Jupiter Aerobatics Team (JAT) TNI AU menuju Malaysia, pada hari Jumat (22/3/2013) di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusumah, Jakarta.Lebih lanjut Menhan mengatakan, bahwa profesionalisme prajurit TNI dalam hal ini seorang pilot tempur, tidak hanya ditunjukkan pada waktu bertempur, akan tetapi pada saat keadaan damai juga perlu ditampilkan.
Aerobatic show tim Jupiter, sudah dapat memperlihatkan kepada publik internasional seberapa jauh kemampuan dan profesionalisme para penerbang tempur Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu, Jupiter Aerobatics Team TNI AU, telah tampil baik di Thailand, kemudian pilot tempur dari Skuadron Sukhoi, juga tampil sangat baik sekali di Darwin, Australia.
Sementara itu, Kasau Marsekal Ida Bagus Putu Dunia menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada TNI AU, untuk dapat menampilkan profesionalisme dan kemampuannya dalam event internasional. Menurutnya, tugas ini merupakan tanggung jawab yang berat sekaligus juga menjadi suatu kehormatan. “…Ini adalah misi mengemban nama baik negara, tidak hanya untuk TNI AU diharapkan mereka bisa menampilkan nilai tambah untuk bangsa…” tuturnya.

Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro, saat Pers Conference di Hadapan Wartawan di Pangkalan Udara Halim perdana Kusumah
Menhan Bersama Jajaran petinggi TNI AU Melepas Keberangkatan Tim Aerobatic Jupiter Ke Langkawi, Malaysia
Selain membawa 13 pilot, ikut dalam rombongan 35 kru darat dan tim pendukung lainnya. Rombongan diangkut Hercules A-1308 dan A-1326. Rencananya, tim akan akan menampilkan aneka manuver andalan, antara lain Jupiter Roll, Loop, XClover Leap, Mirror, Tango, Jupiter Roll back, Hi “G” TurnRoll Slide, Break Off, hingga Bomb Brust.
Bertindak sebagai flight leader adalah Letnan Kolonel Pnb Dedy “Leopard” Susanto yang juga menjabat sebagai Komandan Skuadron Pendidikan 102. Sebagai wingmen adalah Mayor Penerbang HS Condor Romas dan Mayor Penerbang Frando Marpaung. Pilot lainnya dalam tim ini adalah Mayor Pnb Marcelinus, Mayor Pnb HM Kisha, dan Kapten Pnb IB Adi Brata.
Menurut Dedy, Tim Aerobatik Jupiter merupakan salah satu tim aerobatik milik TNI AU dalam bentuk skuadron khusus yang dibentuk pada 1996. Awalnya, tim ini hanya menggunakan empat pesawat Hawk MK-53. Setelah lama vakum, tim ini kembali pada 2008 dengan pesawat latih KT-1B Woong Bee.
Tim aerobatik TNI Angkatan Udara, Jupiter, memukau pengunjung Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013 yang berlangsung di Pulau Langkawi, Malaysia, mulai hari ini hingga 30 Maret. Undangan terpaku selama pertunjukan dari Tim Jupiter.
Turut hadir dalam atraksi tersebut Perdana Menteri Datuk Sri M. Najib. Hadir pula mantan PM Dr Mahathir Mohammad, Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, dan Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro.
Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Pertahanan Malaysia, dan Mahathir, yang duduk semeja dengan Menteri Purnomo, menyatakan kagum terhadap maneuver yang ditampilkan Tim Jupiter. "Luar biasa," kata Menteri Pertahanan Malaysia. Para undangan di tribun kehormatan selalu mengiringi setiap akhir manuver dengan tepuk tangan meriah.
Inilah kali pertama Jupiter Aerobatic Team (JAT) tampil di Malaysia untuk tampil di ajang dua tahunan tersebut.
Lepas landas pukul 12.20, tim Jupiter beraksi selama 20 menit di tengah angin yang bertiup kencang dan berawan. Namun, tim yang dipimpin Kolonel Penerbang Dedy Susanto tetap prima menampilkan 18 manuver andalan.
Bertindak sebagai flight leader adalah Letnan Kolonel Pnb Dedy “Leopard” Susanto yang juga menjabat sebagai Komandan Skuadron Pendidikan 102. Sebagai wingmen adalah Mayor Penerbang HS Condor Romas dan Mayor Penerbang Frando Marpaung. Pilot lainnya dalam tim ini adalah Mayor Pnb Marcelinus, Mayor Pnb HM Kisha, dan Kapten Pnb IB Adi Brata.
Menurut Dedy, Tim Aerobatik Jupiter merupakan salah satu tim aerobatik milik TNI AU dalam bentuk skuadron khusus yang dibentuk pada 1996. Awalnya, tim ini hanya menggunakan empat pesawat Hawk MK-53. Setelah lama vakum, tim ini kembali pada 2008 dengan pesawat latih KT-1B Woong Bee.
Tim aerobatik TNI Angkatan Udara, Jupiter, memukau pengunjung Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013 yang berlangsung di Pulau Langkawi, Malaysia, mulai hari ini hingga 30 Maret. Undangan terpaku selama pertunjukan dari Tim Jupiter.
Turut hadir dalam atraksi tersebut Perdana Menteri Datuk Sri M. Najib. Hadir pula mantan PM Dr Mahathir Mohammad, Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, dan Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro.
Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Pertahanan Malaysia, dan Mahathir, yang duduk semeja dengan Menteri Purnomo, menyatakan kagum terhadap maneuver yang ditampilkan Tim Jupiter. "Luar biasa," kata Menteri Pertahanan Malaysia. Para undangan di tribun kehormatan selalu mengiringi setiap akhir manuver dengan tepuk tangan meriah.
Inilah kali pertama Jupiter Aerobatic Team (JAT) tampil di Malaysia untuk tampil di ajang dua tahunan tersebut.
Lepas landas pukul 12.20, tim Jupiter beraksi selama 20 menit di tengah angin yang bertiup kencang dan berawan. Namun, tim yang dipimpin Kolonel Penerbang Dedy Susanto tetap prima menampilkan 18 manuver andalan.
Manuver yang ditampilkan antara lain Jupiter Roll, Loop, XClover Leap, Mirror, Tango, Jupiter Roll Back, Hi “G” TurnRoll Slide, Break Off, hingga Bomb Brust. Tepuk tangan meriah pecah setiap kali sebuah manuver selesai.
Salah satu manuver paling menegangkan adalah Mirror. Dua pesawat yang berjalan searah menjadi bayangan cermin pasangannya. Artinya, pesawat yang berada di atas harus terbang terbalik. Kecepatan kedua pesawat dalam manuver ini sekitar 240 kilometer per jam.
Pertunjukkan udara di HUT TNI AU ke 67
The Jupiter nampak menghiasi langit Jakarta pada HUT TNI AU ke- 67 9 April 2013. Dengan pesawat andalannya KT- 1B WoongBee, The Jupiter membuat penonton terpukau dengan manuver dan atraksinya di udara. Selain menampilkan kekuatan udara yang kuat melalui sebuah pertunjukan udara, The Jupiters juga telah menunjukkan eksistensi dan keberadaan Angkatan Udara Indonesia di dunia.
Pertunjukkan udara di HUT TNI ke 66
Salah satu manuver paling menegangkan adalah Mirror. Dua pesawat yang berjalan searah menjadi bayangan cermin pasangannya. Artinya, pesawat yang berada di atas harus terbang terbalik. Kecepatan kedua pesawat dalam manuver ini sekitar 240 kilometer per jam.
Pertunjukkan udara di HUT TNI AU ke 67
The Jupiter nampak menghiasi langit Jakarta pada HUT TNI AU ke- 67 9 April 2013. Dengan pesawat andalannya KT- 1B WoongBee, The Jupiter membuat penonton terpukau dengan manuver dan atraksinya di udara. Selain menampilkan kekuatan udara yang kuat melalui sebuah pertunjukan udara, The Jupiters juga telah menunjukkan eksistensi dan keberadaan Angkatan Udara Indonesia di dunia.
KT-1B WoongBee The Jupiter siap memeriahkan HUT TNI AU ke-67
-
.
-
.
Para pilot bersiap menerbangkan pesawatnya masing-masing
Enam Pilot yang berpartisipasi dalam acara ini yakni
Letkol Pnb Deddy Susanto (Leader), Mayor Pnb Frando Marpaung
dan Kapten Pnb I Gusti Ngurah Adi Brata (Right and Left Wingman),
Mayor Pnb H.S Romas (Slot), Mayor Pnb H.H Kisha
dan Mayor Pnb Marcellinus Di
The Jupiters dengan manuver-manuver yang mengagumkan
telah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan
nasional maupun internasional.
Pertunjukkan udara di HUT TNI ke 66
Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar, SE bersama Jupiter Aerobatic Team (JAT) generasi ke tiga sedang melaksanakan foto bersama jelang keberangkatan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT TNI ke-68 di Lanud Halim Perdana kusuma Senin (30/9). Yogyakarta. (Foto: Lanud Adisutjipto)
Penampilan terbaru Jupiter Aerobatic Team
Pertunjukkan udara di Brunei Darusalam dalam rangka mengikuti Bridex 2013
The Jupiters Aerobatic Team yang merupakan team Aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara, Rabu (27/11) dilepas oleh Staf Kemenhan untuk menuju Brunei Darusalam dalam rangka mengikuti Bridex 2013 , Brunei Darussalam International Defence Ekhibition 2013 yang akan berlangsung pada tanggal 5 dan 6 Desember 2013 mendatang.
Pelepasan Tim JAT berlangsung di Base Ops Lanud Adisutjipto, dari Kemhan diwakili oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pertahanan Marsekal Muda TNI Joko Setiono. Dalam sambutan awal Beliau mengatakan “The Jupiters telah mengukir prestasi tidak hanya di Indonesia namun telah memukau di Centervial of RTAF Founding Fathers Aviation atau 100 tahun penerbangan Thailand tahun 2012, selanjutnya bulan Februari 2013 diundang negera Jiran malaysia dalam Langkawi International maritime and Aerospace Exhibition 2013.
Hadir pula dalam acara pelepasan tersebut Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, SE, Komandan Wing Dik Terbang Kolonel Pnb Ir Bob H Panggabean, para Kadis Operasi, Kepala Dinar Personel, kepala dinas Logistik dan para pejabat di Lanud Adisutjipto dan Penerbang lainnya.
Tim ini direncanakan akan bertolak meninggalkan Base campnya besok tanggal 28 November menuju Surabaya dan dilanjutkan ke Banjarmasin. Perjalanan akan dilanjutkan esokharinya dari Banjarmasin menuju Balikpapan dan Tarakan (Round), di lanjutkan ke Brunai Darussalam. Tim Aerobatic yang akan beraksi di Bridex 2013 ini melibatkan 8 pesawat, dan 52 crew. Direncanakan Team JAT akan kembali ke Maguwo yogyakarta (7/12). Dan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus Munandar, SE, menyampaikan bahwa Team JAT telah menyiapkan generasi ke tiga ini jauh sebelum tampil perdana saat HUT TNI ke 68 tahun 2013 yang lalu. Proses regenesasi ini telah berjalan mulus dan tanpa hambatan. Dan sampai sekarang team JAT ini telah dapat terbang formasi dengan 8 pesawat. Masih menurut Danlanud Kesiapan The jupiters saat ini telah 100 %. Dalam pameran ini, The Jupiters Aerobatik Team akan menampilkan manuver akrobatik udara dengan formasi, antara lain, Jupiter Roll, Arrow Head Loop-Break Off, Half Cuban-Jupiter Wheel, Tango to Diamond Loop, Heart, Screw Roll, Roll Slide, Solo Spin, Jupiter Roll Back.
Formasi dari The Jupiters akan dipimpin oleh Mayor Pnb Feri Yunaldi sebagai Leader di Jupiter 1, dimana masing-masing pesawat diawaki oleh Kapten Pnb Ripdho Utomo sebagai Right Wing di Jupiter 2, Kapten Pnb Apri Arfianto sebagai Left Wing di Jupiter 3, Mayor Pnb Ari Susiono sebagai Slot di Jupiter 4, Mayor Pnb Sri Raharjo sebagai Lead Synchro di Jupiter 5, dan May Pnb Marcellinus Dirgantara sebagi Syncro di Jupiter 6. Saat pelepasan Team JAT ini selain mengelar koferensi pers juga diadakan static show dan foto bersama. Semua wartawan diberikan kesempatan untuk melihat dari dekat profil KT-01 Woong Bee, pesawat The Jupiter. Keberhasilan dan kesuksesan Jupiter Aerobatik Team tidak hanya merupakan hasil kerja keras dan profesionalisme dari para instruktur Penerbang TNI AU saja, akan tetapi kesempatan yang diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Udara untuk berinteraksi dengan komunitas aerobatik internasional lainnya.
The Jupiter menyempatkan foto bersama dengan Marsda TNI Joko Setiono Mewakili Menhan dalam rangka pelepasan The Jupiter ke Bridex 2013 Rabu (27/11) Lanud Adisutjipto.
Tim aerobatik TNI AU The Jupiters tiba di Pangkalan Tentera Udara Diraja Brunei (TUDB), Sabtu 30 September 2013 kemarin, setelah menempuh perjalanan panjang dari home base-nya di Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta.
Duta Indonesia dalam event “THE 4th Brunei Darussalam International Defence Exhibition” (BRIDEX 2013) tentang Invitation to participate the 4th BRIDEX 2013 Air Demonstration di Brunei Darussalam dipimpin oleh Danlanud Adi Sutjipto Marsma TNI Agus Munandar.
The Jupiters berangkat dari Yagyakarta pada tanggal 28 November melalui Surabaya, Lanud Samsudin Noor (Ron), 29 November Lanud Samsudin Noor- Balikpapan-Tarakan (Ron), 30 November darin Tarakan langsung menuju Brunei.
The Jupiters diawaki oleh para Instuktur Penerbang TNI AU Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta menggunakan pesawat KT-1 Woong Bee buatan Korea Selatan, sehari-hari digunakan untuk melatih siswa penerbang.
The Jupiters akan tampil dengan melakukan 15 manuver hight show formasi aerobatik secara Vertikal terdiri seperti Jupiter Roll, Loop, Clover Leaf, Vulcan and cross Over Benefit, Loop and Cross Over Break, Jupiter Wheel, Tango to Diamond, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Solo Spin, Five Card Loop, Jupiter Roll Back, dan Loop and Boom Burst.
The jupiters dalam perjalanan didukung dengan dua C-130 Hercules Skadron Udara 32 Lanud Abdurachman Saleh Malang, A-1308 dan A-1316 dengan membawa ground crew dan pendukung lainnya.
Saat mendarat di Surabaya ketika akan menuju ke Brunei
Saat mendarat di Balikpapan ketika akan menuju ke Brunei
Saat mendarat di Brunei
Manuver Knife edge saat tampil di Brunei
Crew Jupiter Aerobatic Team bersalaman dengan Sultan Hassanal Bolkiah
Foto bersama crew Jupiter Aerobatic Team dengan Sultan Hassanal Bolkiah
Pertunjukkan udara diSingapura Airshow 2014
Persiapan menuju Singapura Airshow 2014 nampak negara-negara
dimana Jupiter Aerobatic Team pernah melakukan pertunjukan udara
Pesawat KT 1 B Wong Bee parkir di dekatnya
pesawat T 50 B Golden Eagle
Polemik sekitar pertunjukan udara Jupiter Aerobatic Team di Singapura Airshow 2014
Protes Singapura terhadap nama KRI Usman Harun berlanjut dengan pembatalan secara sepihak undangan kepada Tim aerobatik Jupiter TNI AU untuk berpartisipasi pada Singapore Airshow 2014.
Atas pembatalan sepihak itu, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko telah mengambil sikap.
"Kalau mereka keberatan, gak masalah. Kemarin diundang kepada seluruh perwira saya untuk hadiri Airshow tapi dibatalkan sepihak. Saya juga mengambil sikap. Kalau anak buah saya gak berangkat kok Panglima berangkat," kata Moeldoko di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
Dikatakan Panglima TNI, pembatalan Tim Jupiter ke Singapura akibat protes kepada Indonesia dengan penggunaan nama Usman Harun pada kapal perang milik TNI AL.
"Kalau mereka keberatan, hak dia. Kami juga punyak untuk tidak datang. Jadi perubahan-perubahan itu membawa implikasi. Kami punya sikap juga untuk berubah," kata dia.
Atas pembatalan sepihak itu, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko telah mengambil sikap.
"Kalau mereka keberatan, gak masalah. Kemarin diundang kepada seluruh perwira saya untuk hadiri Airshow tapi dibatalkan sepihak. Saya juga mengambil sikap. Kalau anak buah saya gak berangkat kok Panglima berangkat," kata Moeldoko di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
Dikatakan Panglima TNI, pembatalan Tim Jupiter ke Singapura akibat protes kepada Indonesia dengan penggunaan nama Usman Harun pada kapal perang milik TNI AL.
"Kalau mereka keberatan, hak dia. Kami juga punyak untuk tidak datang. Jadi perubahan-perubahan itu membawa implikasi. Kami punya sikap juga untuk berubah," kata dia.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko memastikan tim akrobatik udara TNI Angkatan Udara, Jupiter Aerobatic Team (JAT), akan tetap tampil di ajang Singapore Airshow. Moeldoko memastikan pembatalan pertemuan dialog pertahanan oleh Kementerian Pertahanan Singapura tak memengaruhi penampilan tim Jupiter di ajang tersebut.
Moeldoko menjelaskan, dirinya baru saja mendapat informasi bahwa tim Jupiter TNI tetap dicantumkan dalam acara Singapore Airshow. Dengan begitu, ia merasa tak menemukan alasan untuk menarik pasukannya agar batal tampil di ajang kedirgantaraan Singapura, meski hubungan antara Indonesia dan Singapura sedang sedikit memanas.
"Jadwalnya ada, sehingga dia (Jupiter) tetap ikuti. Bagi Jupiter, peragaan ini bukan untuk masyarakat Singapura, tapi untuk masyarakat internasional," kata Moeldoko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Moeldoko mengatakan, delapan pesawat tim Jupiter TNI AU telah tiba di Singapura sejak dua hari lalu untuk berlatih. Sesuai jadwal, enam pesawat tim Jupiter akan tampil secara resmi di pembukaan Singapore Airshow, Selasa (11/2/2014). Sebelumnya, Moeldoko mengaku siap menarik tim Jupiter TNI dari Singapura bila tak dicantumkan dalam jadwal acara Singapore Airshow.
"Kalau tidak dikasih jadwal kan ngapain ada di sana. Akan kita tarik. Tapi saya cek barusan ada diberi jadwal," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Kementerian Pertahanan Singapura membatalkan pertemuan dialog pertahanan dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang sedianya akan digelar di Singapura bersamaan dengan acara kedirgantaraan, Singapore Airshow, 11-16 Februari 2014. Panglima TNI juga menerima pembatalan perihal undangan delegasi Indonesia ke Singapore Airshow yang jumlahnya mencapai 100 orang.
Karena Singapura membatalkan dialog bilateral itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Minggu (9/2) pagi, mendadak membatalkan kunjungannya ke Singapura yang semula direncanakan dimulai hari Minggu kemarin hingga Rabu (12/2). Kementerian Pertahanan Singapura menolak untuk berkomentar terkait pembatalan pertemuan dialog antara militernya dan Indonesia.
Pembatalan itu dilakukan pasca-protes dari Pemerintah Singapura terkait rencana penamaan "KRI Usman Harun" pada salah satu unit kapal TNI Angkatan Laut. TNI AL tetap teguh akan memakai nama KRI Usman Harun untuk salah satu fregat ringan yang tengah dipesan dari Inggris. Bagi TNI AL, keputusan itu final.
Moeldoko menjelaskan, dirinya baru saja mendapat informasi bahwa tim Jupiter TNI tetap dicantumkan dalam acara Singapore Airshow. Dengan begitu, ia merasa tak menemukan alasan untuk menarik pasukannya agar batal tampil di ajang kedirgantaraan Singapura, meski hubungan antara Indonesia dan Singapura sedang sedikit memanas.
"Jadwalnya ada, sehingga dia (Jupiter) tetap ikuti. Bagi Jupiter, peragaan ini bukan untuk masyarakat Singapura, tapi untuk masyarakat internasional," kata Moeldoko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Moeldoko mengatakan, delapan pesawat tim Jupiter TNI AU telah tiba di Singapura sejak dua hari lalu untuk berlatih. Sesuai jadwal, enam pesawat tim Jupiter akan tampil secara resmi di pembukaan Singapore Airshow, Selasa (11/2/2014). Sebelumnya, Moeldoko mengaku siap menarik tim Jupiter TNI dari Singapura bila tak dicantumkan dalam jadwal acara Singapore Airshow.
"Kalau tidak dikasih jadwal kan ngapain ada di sana. Akan kita tarik. Tapi saya cek barusan ada diberi jadwal," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Kementerian Pertahanan Singapura membatalkan pertemuan dialog pertahanan dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang sedianya akan digelar di Singapura bersamaan dengan acara kedirgantaraan, Singapore Airshow, 11-16 Februari 2014. Panglima TNI juga menerima pembatalan perihal undangan delegasi Indonesia ke Singapore Airshow yang jumlahnya mencapai 100 orang.
Karena Singapura membatalkan dialog bilateral itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Minggu (9/2) pagi, mendadak membatalkan kunjungannya ke Singapura yang semula direncanakan dimulai hari Minggu kemarin hingga Rabu (12/2). Kementerian Pertahanan Singapura menolak untuk berkomentar terkait pembatalan pertemuan dialog antara militernya dan Indonesia.
Pembatalan itu dilakukan pasca-protes dari Pemerintah Singapura terkait rencana penamaan "KRI Usman Harun" pada salah satu unit kapal TNI Angkatan Laut. TNI AL tetap teguh akan memakai nama KRI Usman Harun untuk salah satu fregat ringan yang tengah dipesan dari Inggris. Bagi TNI AL, keputusan itu final.
Pilot-pilot Jupiter Aerobatic Team di Singapura Airshow 2014
Jupiter Aerobatic Team saat tampil di Singapore Airshow 2014
Jupiter Aerobatic Team tetap melakukan pertunjukan udara
di Singapura Airshow 2014 an menjadi pembicaraan hangat
di media massa Singapura karena sedang ramainya polemik
penamaan KRI Usman Harun
Sumber :
http://www.angkasa.co.id/index.php/aerotech/11-the-jupiters-go-international
http://arzi-bellator.blogspot.com/2011/09/tni-au-tampilkan-atraksi-jupiter.html
http://indo-defense.blogspot.com/2013/03/jat-di-ajang-lima-malaysia.html
http://kosek3.blogspot.com/2012/07/jupiter-aerobatic-team-tinggalkan-medan.html
http://nrmnews.com/2013/03/23/menhan-ri-lepas-keberangkatan-tim-aerobatic-jupiter-ke-malaysia-ikuti-the-langkawi-international-maritime-and-aerospace-2013/
http://www.republika.co.id/berita/komunitas/komunitas-fotografi-pelajar-jaktim/13/04/24/mlqxtj-atraksi-udara-the-jupiter-aerobatic-team












































































0 Response to "JUPITER AEROBATIC TEAM DUTA DI ANGKASA INDONESIA"
Post a Comment